Kebo Iwa

I Made Cekeg (1964–)

Date painted: 2007

Kebo Truna / Kebo Iwa yang kukunya panjang di sebelah kanan. Perang di Bedahulu antara Kebo Iwa (kanan) dengan Gajah Mada (kiri). Expedisi Majapahit terakhir ke bali untuk menyatukan nusantara untuk menyerang Bedahulu, berlabuh di pantai Micik Ketewel. Hanya Bali yang belum bisa ditaklukkan karena rajanya sangat sakti. Pasung Gritis adalah salah seorang patihnya. raja bedahulu lebih sakti lagi. Gajah Mada dan KEbo Iwa kesaktiannya sama. Dalam perang itu tidak ada kalah menang. Akhirnya dipakailah politik dari kerjaaan Majapahit. Kebo Iwa diundang ke Jawa dijanjikan akan diberikan wanita cantik. Syaratnya Kebo Iwa diminta membuat sumur. Pada saat membuat sumur yang amat dalam, Kebo Iwa dikubur dengan batu kapur. Batu-batu mental, Kebo iwa tidak mati. Dia naik lagi dan dikutuklah senopati kerajaan karena kelicikannya. Kutukan: akan dijajah oleh orang berkulit putih dan barmbut putih selama beratus-ratus tahun. Terakhir Kebo Iwa menanyakan tujuan pemersatuan nusantara. Demi tujuan baik Kebo Iwa rela mati. Caranya membunuh diberitahukan yaitu dengan cara melempar dengan daun sirih (lekesan). Kebo Iwa dipercaya membuat gapura pura desa batuan yang diukir dengna kukunya. Menurut cerita, menakkan batu besar dengan dilecut seperti melecut sapi. Asalnya dari Blahbatuh, Blangsing.

33 by 53 cm
Paper

Private Collection of Batuan, Singapore


photo: Ken Cheong